Oleh : Abdul Azis
Aloe vera terdengar asing di telinga sebagian masyarakat kalimantan barat, karena pada umumnya di kalangan masyarakat biasa lebih akrab di panggil “Lidah Buaya”. Aloe vera itu merupakan nama latin dari Lidah buaya. Aloe vera sejenis tanaman berduri yang berasal dari daerah kering di benua Afrika. Yang mana pada umumnya terdapat di kalimantan barat. Bahkan pusat dari pengembangan lidah buaya tersebut terdapat di kalimantan barat. Salah satunya yaitu UPTD Agribisnis, yang terletak di jln. Budi Utomo no.29, Pontianak Utara. Dan merupakan salah satu Agro wisata pada Tahun 2013.
Aloe vera memiliki beberapa jenis dengan karakteristik yang berbeda, diantaranya : Aloe chinensis,Aloe barbadensis dan Aloe ferox. Sedangkan jenis yang banyak dikembangkan di Indonesia adalah Aloe chinensis Ciri-ciri tanaman ini adalah bunga berwarna oranye, pelepah berwarna hijau muda, pelepah bagian atas agak cekung dan mempunyai totol putih di pelepahnya ketika tanaman masih muda.
Aloe vera memiliki banyak khasiat yang sangat bermanfaat baik itu bagi tubuh maupun sebagai alat kosmetik. Ada beberapa manfaat lidah buaya yaitu untuk mempercepat penyembuhan luka luar, untuk mengatasi iritasi, untuk meningkatkan kekebalan tubuh, dsb. Adapun manfaat sebagai bahan kosmetik yaitu Lidah buaya untuk membasmi jerawat,untuk menghilangkan bekas jerawat,untuk mencerahkan kulit wajah,untuk menghilangkan komedo,untuk mengecilkan pori-pori wajah,untuk menghaluskan wajah dsb.
Selain bermanfaat Aloe vera juga memiliki efek samping namun tidak terlalu berbahaya bagi tubuh manusia, adapun beberapa efek samping yang ditimbulkan oleh Aloe vera yaitu reaksi alergi bagi yang tidak cocok, asupan oral lidah buaya sebagai pencahar dapat menyebabkan kram atau diare dan masih banyak lagi efek sampingnya, namun tidak perlu khawatir karena tidak terlalu bahaya bagi tubuh. Jadi, konsumsi dan gunakanlah lidah buaya sebagai mana mestinya.
Mengenal Mutiara Hijau di Bumi Khatulistiwa
Oleh : Dian
Aloe Vera, tanaman khas daerah tropis ini yang biasa juga kita kenal dengan nama “Lidah Buaya” merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat terutama dalam produk kosmetik, shampo, obat-obatan, dan hingga ke produk makanan. Aloe Vera sudah terkenal akan manfaat dan khasiatnya sebagai obat dan kosmetik dari berabad-abad yang lalu. Tanaman yang berasal dari daerah Barat Afrika, di sekitar kepulauan Canari ini juga sudah dimanfaatkan pada zaman Cleopatra untuk bahan kosmetik dan pelembab kulit. Sedangkan orang Yunani kuno telah menggunakan untuk obat berbagai macam penyakit.
Sebagai salah satu sentra pengembangan Aloe Vera yang sudah terkenal baik di tingkat Lokal maupun Internasional, Kota Pontianak memiliki potensi yang sangat cocok untuk pembudidayaannya. Karena hampir di seluruh wilayah Kota Pontianak memiliki struktur tanah gambut yang mana memiliki tingkat Ph atau keasaman yang tinggi, dan juga Pontianak merupakan daerah yang dilewati garis khatulistiwa, yang mana tanaman Aloe Vera mendapan pencahayaan dari sinar matahari lebih baik. Hal inilah yang menyebabkan tumbuhan Aloe Vera dapat tumbuh dengan subur dibandingkan dengan daerah Amerika dan Cina yang hanya dapat mencapai 1,2kg/pelepah, namun Pontianak dapat menghasilkan hingga 2,4kg/pelepahnya, tentu Aloe Vera yang dibudidayakan di Pontianak adalah komoditi spesial. Keunggulan Aloe Vera yang dibudidayakan di Kota Pontianak sudah diakui oleh dunia, dan karna itu Aloe Vera dari Kota Pontianak sudah banyak diexpor ke luar negri.
Awal mula pengembangan Aloe Vera di Kota Pontianak dimulai di daerah Siantan Hulu pada tahun 1980. Pada mulanya proses penanaman belum dilakukan secara khusus, yang mana penanaman hanya menggunakan pot dan bercampur dengan tanaman lainnya. Kemudian pada tahun 1990, setelah mulai mengetahui manfaat dan potensi ekonomi, masyarakat mulai menanam secara khusus, tanaman mulai ditanami secara khusus dan tidak bercampur dengan tanaman lain. Dan pada akhirnya di tahun 1992, Aloe Vera menjadi komoditi unggulan di Kota Pontianak, sehingga menjadi Icon unggulan Kota Pontianak, karena keistimewaan Aloe Vera Pontianak yang memiliki ukuran yang sangat besar jika dibandingkan dengan Aloe Vera yang dibudidayakan di tempat lainnya, tentu Aloe Vera yang dibudidayakan di Kota Pontianak memiliki nutrisi yang lebih melimpah.
Tanaman AloeVera sangat berkhasiat sebagai anti inflamasi, anti jamur, anti bakteri, dan dapat pula menstimulasi fibroblast yaitu sel-sel kulit yang berfungsi menyembuhkan luka dan membantu proses regenerasi sel. Disamping itu tanaman ini juga dapat mengontrol tekanan darah, menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit kanker, serta dapat digunakan sebagai nutrisi pendukung untuk penyakit kanker dan penderita HIV/AIDS. Tanaman ini juga dapat menyembuhkan penyakit Diabetes, karena salah satu zat yang terkandung dalam Aloe Vera adalah Aloe Emodin, sebuah senyawa organik dari golongan Antrikuinon yang mengaktivasi jenjang sinyal insulin seperti Pencerap Insulin-Beta dan Substrat 1, Fosfatidil Inositol-3Kinase, dan meningkatkan laju Sintesis Glikogen dengan menghambat Glikogen Sintase Kinase 3Beta, sehingga sangat berguna untuk mengurangi rasio gula darah.
Aloe Vera juga mengandung semua vitamin (kecuali vitamin D) dan mineral serta 20 dari 22 jenis asam amino yang sangat diperlukan oleh tubuh kita. Enzim Saponin berfungsi sebagai anti mikroba. Dalam penggunaannya untuk perawatan kulit, dapat menghilangkan jerawat, melembabkan kulit, detoksifikasi kulit, penghapusan bekas luka, mengurangi peradangan serta perbaikan dan peremajaan kulit. Aloe Vera juga mengandung anti jamur serta senyawa Antrakuinon dan Kuinon yang berfungsi sebagai antibiotik dan penghilang rasa sakit, sangat bagus untuk mengobati pembengkakan seperti kista dan bisul. Dengan berbagai macam khasiat tanaman Aloe Vera ini, banyak perusahaan dan UKM yang mengolah tanaman terseut menjadi hasil produksi yang memberikan keuntungan bagi masyarakat terutama di bumi khatulistiwa.
Sebagai salah satu sentra pengembangan Aloe Vera yang sudah terkenal baik di tingkat Lokal maupun Internasional, Kota Pontianak memiliki potensi yang sangat cocok untuk pembudidayaannya. Karena hampir di seluruh wilayah Kota Pontianak memiliki struktur tanah gambut yang mana memiliki tingkat Ph atau keasaman yang tinggi, dan juga Pontianak merupakan daerah yang dilewati garis khatulistiwa, yang mana tanaman Aloe Vera mendapan pencahayaan dari sinar matahari lebih baik. Hal inilah yang menyebabkan tumbuhan Aloe Vera dapat tumbuh dengan subur dibandingkan dengan daerah Amerika dan Cina yang hanya dapat mencapai 1,2kg/pelepah, namun Pontianak dapat menghasilkan hingga 2,4kg/pelepahnya, tentu Aloe Vera yang dibudidayakan di Pontianak adalah komoditi spesial. Keunggulan Aloe Vera yang dibudidayakan di Kota Pontianak sudah diakui oleh dunia, dan karna itu Aloe Vera dari Kota Pontianak sudah banyak diexpor ke luar negri.
Awal mula pengembangan Aloe Vera di Kota Pontianak dimulai di daerah Siantan Hulu pada tahun 1980. Pada mulanya proses penanaman belum dilakukan secara khusus, yang mana penanaman hanya menggunakan pot dan bercampur dengan tanaman lainnya. Kemudian pada tahun 1990, setelah mulai mengetahui manfaat dan potensi ekonomi, masyarakat mulai menanam secara khusus, tanaman mulai ditanami secara khusus dan tidak bercampur dengan tanaman lain. Dan pada akhirnya di tahun 1992, Aloe Vera menjadi komoditi unggulan di Kota Pontianak, sehingga menjadi Icon unggulan Kota Pontianak, karena keistimewaan Aloe Vera Pontianak yang memiliki ukuran yang sangat besar jika dibandingkan dengan Aloe Vera yang dibudidayakan di tempat lainnya, tentu Aloe Vera yang dibudidayakan di Kota Pontianak memiliki nutrisi yang lebih melimpah.
Tanaman AloeVera sangat berkhasiat sebagai anti inflamasi, anti jamur, anti bakteri, dan dapat pula menstimulasi fibroblast yaitu sel-sel kulit yang berfungsi menyembuhkan luka dan membantu proses regenerasi sel. Disamping itu tanaman ini juga dapat mengontrol tekanan darah, menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit kanker, serta dapat digunakan sebagai nutrisi pendukung untuk penyakit kanker dan penderita HIV/AIDS. Tanaman ini juga dapat menyembuhkan penyakit Diabetes, karena salah satu zat yang terkandung dalam Aloe Vera adalah Aloe Emodin, sebuah senyawa organik dari golongan Antrikuinon yang mengaktivasi jenjang sinyal insulin seperti Pencerap Insulin-Beta dan Substrat 1, Fosfatidil Inositol-3Kinase, dan meningkatkan laju Sintesis Glikogen dengan menghambat Glikogen Sintase Kinase 3Beta, sehingga sangat berguna untuk mengurangi rasio gula darah.
Aloe Vera juga mengandung semua vitamin (kecuali vitamin D) dan mineral serta 20 dari 22 jenis asam amino yang sangat diperlukan oleh tubuh kita. Enzim Saponin berfungsi sebagai anti mikroba. Dalam penggunaannya untuk perawatan kulit, dapat menghilangkan jerawat, melembabkan kulit, detoksifikasi kulit, penghapusan bekas luka, mengurangi peradangan serta perbaikan dan peremajaan kulit. Aloe Vera juga mengandung anti jamur serta senyawa Antrakuinon dan Kuinon yang berfungsi sebagai antibiotik dan penghilang rasa sakit, sangat bagus untuk mengobati pembengkakan seperti kista dan bisul. Dengan berbagai macam khasiat tanaman Aloe Vera ini, banyak perusahaan dan UKM yang mengolah tanaman terseut menjadi hasil produksi yang memberikan keuntungan bagi masyarakat terutama di bumi khatulistiwa.
Khasiat Buah Naga Bagi Kesehatan dan Kecantikan
Oleh : Farid Zulfa Faza
Buah naga merupakan salah satu jenis buah yang sangat unik, secara visual bentuknya yang bulat dan sedikit agak lonjong dan pada kulit buah naga tersebut terdapat seperti dedaunan yang membuat nya terlihat menyerupai bola api. Buah naga tidak asing lagi bagi kalangan masyarakat dunia khusus nya masyarakat di negara indonesia. Selain daging buah nya yang terasa manis, buah naga juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, dan menurut penelitian, buah naga dapat di jadikan sebagai obat untuk berbagai macam penyakit.
Banyaknya manfaat yang dihasilkan dari mengonsumsi buah naga membuat kita tak heran jika buah naga adalah buah yang cukup populer dan selalu menjadi sasaran utama masyarakat. Manfaat buah naga bagi kesehatan tubuh memang sangat beragam, mulai dari manfaat sederhana sampai dengan manfaat yang penting dan tidak kita ketahui secara luas. Beberapa manfaat buah naga bagi kesehatan yaitu mencegah kanker, membantu pembentukan sel darah merah, mencegah penyakit jantung, bermanfaat untuk kesehatan tulang, menjaga kesehatan mata dan mencegah diabetes.
Selain untuk kesehatan, buah naga juga biasanya digunakan untuk bahan kosmetik, salah satunya yaitu dijadikan sebagai masker wajah, terutama dalam memerangi jerawat atau noda hitam pada wajah, cara membuat masker wajah dari buah naga pun cukup mudah, yaitu dengan cara menumbuk atau membelender daging buah naga, kemudian setelah daging buah naga tersebut halus, oles kan masker buah naga tersebut kewajah dan kemudian biarkan sampai kering kira-kira selama 15 menit kemudian bilang menggunakan air bersih.
Buah naga dapat di konsumsi dari berbagai kalangan masyarakat mulai dari anak-anak, orang dewasa, ibu hamil, bahkan lansia pun diperbolehkan untuk mengonsumsi buah ini. Banyak sekali manfaat yang didapatkan bila mengkonsumsi buah naga. Sampai saat ini, belum di temukan efek samping mengonsumsi buah naga, Namun perlu diketahui bahwa satu-satu nya efek yang akan anda terima saat mengonsumsi buah ini adalah air seni dan feses yang agak berubah kemerah-merahan.
Mengenal Tanaman Pegagan yang Berjuta Manfaat
Oleh : Sulihartati
Apa sih tumbuhan pegagan itu?
Di Indonesia dikenal dengan nama rumput kaki kuda (Sumatera), antanan (Sunda), pegagan (Jakarta), tikusan (Madura), Pegaga (Makassar), piduh (Bali), kari-kari (Halmahera) dan gagan-gagan (Jawa). Selain itu, pegagan juga dikenal dengan nama takip-kohot (Filiphina), brahma butu (India), Indian Hydrocotyle atau Indian Pennywort (Inggris).
Pegagan biasanya ditemukan tumbuh liar di sekitaran tepian jalan, ladang yang lembab, dan juga pesawahan.
Seperti apasih bentuk fisik dari pegagan?
Pegagan merupakan tanaman herbal tahunan yang tumbuh di daerah tropis dan berbunga sepanjang tahun. Bentuk daunnya bulat seperti ginjal manusia, batangnya lunak dan beruas, serta menjalar hingga mencapai satu meter. Pada tiap ruas tumbuh akar dan daun dengan tangkai daun panjang sekitar 5–15 cm dan akar berwarna putih, dengan rimpang pendek dan stolon yang merayap dengan panjang 10–80 cm. Tinggi tanaman berkisar antara 5,39–13,3 cm, dengan jumlah daun berkisar antara 5– 8,7 untuk tanaman induk dan 2–5 daun pada anakannya (Bermawie et al.,2008).s
Dari sumber lain menyebutkan bahwa pegagan memiliki tangkai daun berbentuk seperti pelepah, agak panjang dan berukuran 5 - 15 cm. Pada tangkai daun pegagan dipangkalnya terdapat daun sisik yang sangat pendek, licin, tidak berbulu, berpadu dengan tangkai daun. Pegagan memiliki bunga putih atau merah muda yang tersusun dalam karangan yang berbentuk payung. Buah pegagan berbentuk lonjong atau pipih, berbau harum dan rasanya pahit, panjang buah 2 –2,5 mm. Buah pegagan berdinding agak tebal, kulitnya keras, berlekuk dua, berusuk jelas, dan berwarna kuning (Winarto, 2003)
Bagaimana rasanya?
Nah, biasanya pegagan ini dijadikan santapan makanan dengan cara dilalap. Cenderung tidak berasa (tawar) namun kadang ada yang sedikit manis. Pegagan memiliki aroma yang agak maung dan ini dapat diketahui saat kita sedang mengunyahnya.
Kandungannya apa?
Menurut Karting (1988), tanaman pegagan juga mengandung antioksidan baik berupa antioksidan enzim maupun antioksidan vitamin. Antioksidan enzim yang dikandung oleh tanaman pegagan meliputi superoksida dismutase, katalase dan gluthation peroxidase. Sedangkan antioksidan vitamin yang dikandung oleh tanaman ini berupa vitamin E dan C. Selain senyawa-senyawa tersebut di atas pegagan juga mengandung senyawa flavonid.
Apa saja manfaat dari pegagan?
Tanaman pegagan berguna untuk menyembuhkan luka bakar, kusta, analgesik, anti inflammatory, anti septik, menstimulasi perdaraan darah, mempengaruhi keseimbangan jaringan, meningkatkan daya ingat, dan memulihkan kembali bekas luka Disamping itu tanaman pegagan juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ketahanan daya tubuh, anti stress ringan, menstimulasi pertumbuhan kuku, akar rambut, menyembuhkan penyakit kolera, batuk bronchitis, menyembuhkan asma dan gangguan ginjal.
Untuk itu mari kita mengenal tanaman pegagan ini yang mempunyai banyak manfaat bagi kehidupan karena di Indonesia memiliki banyak tanaman yang berkhasiat yang ampun untuk menyembuhkan penyakit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar